KABUPATEN LOMBOK TENGAH
“kita berterimakasih sekali kepada pemerintah yang telah mau memperbaiki kondisi jalan, khususnya di wilayah Pringgarata ini. Dulunya kami harus lewat Narmada untuk berangakat kuliah ke Bagu, tapi sekarang, walaupun belum jadi seratus persen, kami sudah bias berangkat dari pringgarata ke Bagu tanpa harus mengambil jalan alternative yang lebih jauh”, ujar, Mahyudin, mahasiswa Bagu jurusan bahasa Inggris.
"Makam Rapi, Tenanglah Hati"

Begasingan merupakan salah satu permainan yang mempunyai unsur seni dan olahraga, permainan yang tergolong cukup tua di masyarakat Sasak. Begasingan ini berasal dari dua suku kata, yaitu gang dan sing; gang artinya “lokasi”, sing artinya “suara”. Seni tradisional ini mencerminkan nuansa kemasyarakatan yang tetap berpegangan kepada petunjuk dan aturan yang berlaku di tempat permainan itu. Nilai-nilai yang berkembang di dalamnya selalu mengedepankan rasa saling menghormati dan rasa kebersamaan yang cukup kuat serta utuh dalam melaksanakan suatu tujuan di mana selalu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Permainan ini dilakukan semua kelompok umur dan jumlah pemain tergantung kesepakatan kedua belah pihak di lapangan.
Permainan ini biasanya dilaksanakan pada tempat atau lokasi yang kosong dimana saja bisa dilaksanakan atau diadakan tidak seperti permainan lain. Gasing yang besar namanya pemantok, khusus dipakai memukul. Gasing yang kecil dinamai pengorong atau pelepas, khusus untuk diputar atau dipasang untuk segera dipukul. Para pemain ini berdasarkan hasil wawancara kami pada salah satu pemain yaitu budi “kami membeli gasing mulai dari 10.000 hingga ratusan ribu rupiah per biji tergantung dari jenis dan model yang kita inginkan”. Kearifan local ini sudah mulai di lupakan oleh para pemuda bahkan anak-anak hal ini pengaruhi oleh kemajuan teknologi yang modern. Kearifan local yang satu ini masih sangat di jaga dan dilestarikan pada salah satu dusun yang ada di desa pringgarata tepatnya yaitu di dusun puspalaya desa pringgarata kecamatan pringgarata kabupaten Lombok tengah. Begasingan ini dilaksanakan setiap tahunnya yaitu pada saat panen padi akan dilaksanakan. Kearifan local ini sangat perlu kita jaga agar tidak punah hal ini merupakan salah satu aset yang kita punya sebagai alat untuk memancing wisatawan untuk mendatangi daerah kita.
Padi merupakan tanaman musiman yang selalu menjadi masalah petani pada saat penjualan hasil pertanian, dimana harga jual padi basah sangat rendah pada musim panen dan bahkan nilai jual tidak seimbang dengan biaya produksi.

Harga merupakan masalah utama bagi petani yang dimana nilai jual dari hasil pertaniannya sangat rendah padahal pada dasarnya petani merupakan pahlawan negara yang mampu membantu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan beras.
Namun pada kenyataannya pengghargaan kepada petani yang telah berjuang dalam memenuhi kekurangan bahan makanan tidak ada dan bahkan petani kurang mendapat perhatian pemerintah yang dimana hasil pertaniannya merupakan barang yang nilai jualnya rendah. Pada saat ini harga jual gabah panen basah untuk 1 kuintal mencapai Rp 250.000 dan bahkan bisa kurang dari harga itu tergantung dari pembeli dan ini merupakan masalah yang sangat sulit untuk di selesaikan. Walaupun sedemikian parahnya harga gabah panen basah, itu tidak menjadikan petani untuk tidak menjual gabahnya karena biaya produksi diperoleh dari hasil produksi sehingga untuk dapat melanjutkan aktivitas pertanian kembali petani harus menjual hasil produksinya.
Idris menyatakan bahwa bertani merupakan suatu pekerjaan yang sangatlah berat dimana tiada hari tanpa kesawah dan bagaimanapun permasalahan yang dihadapi petani pada tanamannya harus diselesaikan sendiri oleh karena itu dengan melihat kerja keras dari petani dalam bertani nilai harga panen hasil pertanian sangatlah rendah, tetapi sebagai seorang petani waktu kerja dalam bertani tidak termasuk biaya yang di hargakan karena untuk dapat memenuhi keburtuhan sehari-hari hanya dari bertani sehingga dengan bagaimanapun petani harus menjalaninya dengan penuh semangat.
Disamping itu juga yang menjadi masalah besar bagi petani adalah pada saat harga beras yang sangat tinggi menyebabkan petani merasakan kegelisahan dimana harga gabah yang di jual tidak sesuai dengan harga bers yang diterima petani, sehingga alternatif petani untuk dapat membeli beras petani harus membeli beras yang kualitasnya rendah dan harga rendah.
Dengan melihat keadaan petani saat ini pemerintah setempat harus cepat respon dan tanggap terhadap permasalahan petani dimana kesejahtraan petani harus diperhatikan dengan serius karena tanpa petani kekurangan dari kebutuhan akan beras tidak akan pernah tercapai. Kerja keras petani dalam membantu pemerintah memenuhi kekurangan beras harus diberikan penghargaan yang tinggi karena petani mampu memberikan sumbangan terhadap negara untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat indonesia. One