Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 November 2012

PERUBAHAN SISTEM SERTIFIKASI MEMBERATKAN GURU DAN MADRASAH

0 komentar


Peningkatan kwatitas guru melalui program sertifikasi bernilai positip. program sertifikasi yang di mulai pada tahun 2006 mempunyai dampak positip yang sangat besar  terhadap peningakatan mutu pendidik terutama bagi para pendidik yang mengabdi di sekolah sekolah swasta. Dampak tersebut terlihat dari meningkatnya minat belajar siswa dan di barengi dengan hasil ujian yang semakin meningkat. Dewan guru yang sudah mendapatkan sertifikat pendidik memiliki kemampuan mengelola kelas yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Dalam menyampaikan pelajaran guru tidak monoton atau tidak hanya menggunakan metode ceramah yang menyebabkan proses belajar  membosankan sebab para siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk berkreasi dan berinteraksi langsung dengan realita atau kurang praktek.

Senin, 30 April 2012

KURANGNYA PERHATIAN PEMERINTAH TERHADAP KEADAAN JALAN

0 komentar

Jalan merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat untuk melakukan segala aktivitas. Untuk saat ini keadaan jalan utama yang ada di kecamatan peringgarata masih belum di perhatikan pemerintah setempat yang dimana pada saat ini kondisi jalan sangat tidak memungkinkan untuk dilalui oleh masyarakat, sehingga segala aktivitas masyarakat terutama untk aktivitas yang dapat menunjang kelancaran perekonomian masyarakat sangat  terganggu.

                Dengan kelalaian pemerintah dalam menangani permasalahan yang terjadi membuat masyarakat kecewa, sehingga masyarakat menanami batang jalan dengan pohon pisang sepanjang jalan kecamatan yang ada di desa sintung sampai desa medas. Walaupun demikian yang terjadi di lapangan pemerintahpun masih belum juga turun tangan untuk menangani permasalahan jalan yang begitu parah.


Setiadi salah seorang pengguna jalan dari medas mengatakan jalan ini tidak akan diperhatikan pemerintah walaupun badan jalan di tanami dengan apa-apa sebab dari sejak bupati yang dulu sampai sekarang bisanya hanya mengumbar janji-janji palsu kepada masyarakat dan realisasi tidak ada sama sekali. Seperti bupati yang saat ini yang dimana isi kampanyenya mengumbar janji akan memperbaiki jalan dan saluran dan bahkan menjadi program unggulannya yaitu rurung reban akan tetapi sampai jalan ditanami pohon pisang tidak juga di perhatikan sehingga kebohongan politik menjadi musuh rakyat.

PAKAN BERLIMPAH KUALITAS TERNAK RENDAH

0 komentar

Ketersediaan pakan ternak merupakan suatu peluang yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas ternak, baik itu ternak penggemukan atau ternak pembibitan. Pada saat sekarang ini terlihat dengan jelas begitu banyak pakan ternak yang belum bisa di manfaatkan dengan baik oleh petani ternak terutama pakan dari limbah pertanian (jerami padi, jerami kacang-kacangan dan daun-daunan). Dengan melihat potensi ketersediaan pakan ternak seperti sekarang ini semestinya kualitas ternak hususnya di NTB sudah baik, tetapi dapat kita lihat untuk saat ini kualitas ternak kita masih kurang baik dimana tingkat pertambahan berat badan harian ternak masih sangat rendah sehingga untuk menjadikan NTB sebagai penghasil daging sapi masih rendah karena masih rendahnya tingkat kemampuan petani ternak dalam pengelolaan dan pemanfaatan pakan ternak.
                Dengan melihat potensi yang ada saat ini pemerintah harus cepat turun tangan dalam melakukan pembinaan kepada petani ternak agar potensi yang ada saat ini tidak menjadi sia-sia. Disamping itu juga dengan adanya pendampingan petani ternak pada setiap kelompok akan memberikan danpak yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas ternak, disamping itu juga dengan adanya pendampingan petani ternak akan melahirkan suatu sistem yang dimana pada saat ini rata-rata petani masih melakukan sistem pemeliharaan yang bersifat tradisional sehingga untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal masih belum bisa di raih petani maka dengan adanya pendampingan dari pemerintah maka pencapaian hasil yang lebih baik akan dapat tercapai.
                Pencapaian rata-rata penghasilan petani ternak yang memelihara sapi penggemukan berkisar antara Rp 500.000-1000.000/6 bulan. Sedangkan untuk sapi pembiakan berkisar antara 1000.000 pertahun dimana memelihara sapi pembiakan ini hanya mengharapkan anak dari induk yang dipelihara. Dengan melihat rata-rata pendapatan petani ternak dalam jangka pemeliharaan 6 bulan untuk penggemukan dan 1 tahun untuk pembiakan ini masih tergolong rendah, sehingga untuk meningkatkan pendapatan petani ternak pemerintah harus mengiringi petani dengan tehnologi tepat guna yang dimana tehnologi yang dibutuhkan adalah tehnologi yang tidak membutuhkan biaya, yaitu tehnologi pemanfaatan pakan yang tersedia disekitar petani ternak sehingga untuk menunjang pendapatan petani ternak dapat tercapai.

Minggu, 11 Maret 2012

KEINDAHAN KALI TINGGAL KENANGAN

0 komentar

Di desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah terdapat sebuah kali yang melintasi lima dusun yakni dusun Dasan Baru, Bertais, kekalik, Murbaya dan pademare yang dulunya semasa kecil kami kali itu sangat bersih,deras,dalam dan airnya bening sebening embun pagi yang bertengger direrumputan. Penuh sengan ikan ikan seperti lele,karper,belut dan ikan ikan kecil yang menawan. Alam sekitar yang sejuk yang menenteramnkan jiwa,hembusan dan tiupan angin yang menyapu kepenatan,kegalauan dan kepanasan akan terik mentari.

Masih sangat melekat rasa sejuk dan damainya kali kami. Kami habiskan separuh hari hari kami bermain air,lomba balapan perahu mainan dari daun bambu,balapan arung kalii dan tidak lupa kegiatan memencing ikan dan belut. Semuanya membuat kami bahagia dan merasakan syukur yang tinggi atas adanya kali yang menjadi sahabat keseharian kami.

Orang-orang mulai membangun rumah dipinggir kali karena lahan yang sudah menyempit, lalu membuang sampah-sampah kekali dan pembuangan limbah proyek pengembangan sapi LM3,SMD dan sapi warga merusak keindahan kali kami dan tempat bermain kami sehingga tidak dapat dinikmati oleh anak-anak dan cucu kami.

Kebiasan buruk tersebut berlangsung sampai sekarang sehingga sampah yang dibuang kekali sudah mendangkalkan sungai tersebut. Air yang dulunya sebening embun berubah menjadi hijau oleh kotoran sapi sapi warga dan proyek LM3 dan SMD airnya berubah menjadi sangat kotor dan penuh dengan bakteri bakteri yang menjadi sumber penyakit dan tidak layak pakai kecuali untuk mengairi lahan pertanian

Pendangkalan kali membuat air yang datang tidak lancar dan ketika musim hujan datang sering warga yang lahannya berada di bantaran kali merugi karena tanaman palawija mereka direndam dan dirusak air.

Sekarang kali tersebut hanya berguna sebagai irigasi saja,tidak ada banyak ikan, kotor dan jorok. Keindahannya tinggal kenangan. Dimanakah anak-anak bisa bermain.

Semoga pemerintah atau pejabat dusun,desa ,kecamatan,kabupaten danprovinsi terketuk hatinya untuk membantu kami mengembalikan kali kami seperti senja kala.

Selasa, 21 Februari 2012

MATARAM OH MATARAM..

1 komentar

Dewasa ini, kita sering menyaksikan tayangan berita bahwa di beberapa titik di wilayah ibu kota Jakarta kerap terjadi banjir. Entah karena sistem irigasi yang tak lancar, bendungan jebol, atau karena air sungai meluap. Mungkin ada sebagian kita yang tidak peduli lalu memindahkan channel-nya ke acara-acara hiburan lainnya dengan alasan berita itu-itu saja yang diperlihatkan. Tapi bagaimana kalau banjir itu menimpa kota kita sendiri. Kota NTB. Mataram. Apakah kita masih tidak peduli? Saya yakin anda akan miris menyaksikan acara berita itu.

Mataram memang sudah tumbuh menjadi kota yang tergolong maju. Baik dari segi pendidikan maupun tekhnologi. Sudah barang pasti setiap kota yang tumbuh akan menjadi tempat yang dipadati oleh pendatang-pendatang yang semakin banyak setiap waktunya. Itu karena masing-masing orang yang datang merasa memiliki mimpi yang ia lihat ada dalam kota tersebut dan harus ia gapai. Walhasil, kota Mataram menjadi padat dan hampir-hampir tak terkendali kuantitas penduduknya. Semakin banyak kuantitas peduduk maka akan semakin sulit pula untuk diatur. Sehingga sebagian besar pola kehidupan di kota Mataram menjadi buruk dan tak bersih lagi. Salah satu “hasil” yang ditimbulkan adalah banjir yang menggenangi hampir sebagian besar spot-spot pendidikan di kota Mataram.

Sudah saatnya kita berbenah dari apa yang sudah terjadi. Banjir yang menggenangi Mataram adalah bentuk teguran kelalaian kita. Jangan anggap remeh hal-hal kecil di sekitar kita karena dengan membuang sampah sembarangan saja akan mengakibatkan saluran irigasi macet lalu kemudian banjir akan siap menerjang. Apakah hati kita tidak terketuk juga melihat para petugas dinas kebersihan kota mengangkati sampah-sampah “kecil” yng kita buang dan menyumbat selokan saat air tergenang. Atau apakah kita benar-benar belum terketuk melihat ibu-ibu dengan terpaksa bergumal dengan sampah yang menutupi selokan di depan rumahnya karena air yang tergenang mencapai lantai rumahnya. Atau kita akan sadar kalau kita adalah salah satu dari orang yang membereskan sampah orang lain yang membanjiri rumah kita bersama air hitam kecoklatan itu.

Kita harus sadar kalau perubahan itu tak akan terjadi kalau kita tidak memulai dari diri kita sendiri. Kita tidak perlu menunggu orang terlebih dahulu. Kita bukan anak kecil lagi. Bukan anak kecil yang nakal dan harus menunggu bapaknya memarahinya baru ia mau menurut. Cukuplah banjir yang kita lihat hari ini sebagai pelajaran berharga untuk mengintropeksi diri agar memulai pola hidup yang peduli dengan lingkungan. Atau setidaknya sebagai pribadi yang peduli dengan kehidupan anak dan cucu kita kedepannya kelak. Karena banjir yang terjadi hari ini jika tidak segera ditanggapi akan menjadi semakin parah. Yah.. Mataram just like Jakarta. [Mumz]

BANJIR MENERJANG MATARAM

0 komentar

Sabtu, 18 februari 2012 kemarin bisa jadi hari terburuk bagi para penghuni belasan kost di sepanjang INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MATARAM (IKIP MATARAM) hingga Perumahan Majapahit. Pasalnya, banjir yang menggenangi kost mereka hampir mencapai 1 meter dan mengalir dengan sangat deras. Sehingga menyulitkan aktivitas mereka. Bahkan kendaraan bermotor dan mobil pun tak bisa memasuki titik itu. Anak-anak kost yang didominasi oleh pelajar itu terpaksa memarkir kendaraan mereka di pinggir jalan lalu berjalan menuju kostnya melawan banjir.

Banjir yang meluas itu berasal dari saluran irigasi antara UNIVERSITAS MATARAM dan IKIP MATARAM tidak bisa menahan volume air yang semakin meninggi. Air menyeruak masuk melalui tembok kost Agria Putri yang roboh akibat terjangan air dan hujan-angin yang mengguyur dengan lebat siang itu. Air kemudian meluas menggenangi radius 100 meter di sepanjang Perumahan Mataram dan kost pelajar terdekat. Kerugian yang diakibatkan banjir ini ditaksir relatif sedikit karena banjir yang terjadi tidak sampai masuk kedalam rumah atau kost karena umumnya kost dan perumahan tergolong tinggi dari permukaan tanah. Tapi tetap saja mengganggu aktifitas warga setempat. Menurut pengakuan Evi, penghuni Nayla Kost. Ia harus berjalan melawan banjir sepanjang 15 meter untuk mencapai kostnya. "Ada banyak teman-teman satu kost saya yang terjebak bersama motornya didalam sana" lanjutnya.

“Setidaknya ada belasan kost dan tiga kantor pemerintahan yang tergenang banjir ini. Banjir datang dengan tiba-tiba. Walaupun air sering tergenang di sepanjang jalan Perumahan Majapahit, tapi ini pertama kalinya sampai banjir seperti sekarang” tutur Ibu Irah. Salah satu penghuni rumah di Perumahan Majapahit. [mumz]

Sabtu, 28 Januari 2012

ANGIN BESAR MEMBAWA BENCANA

0 komentar

Angin besar membawa bencana besar Adalah ungkapan yang betul untuk menamakan angin besar ini. Betapa tidak, angin besar yang hadir sejak sehari kemarin sudah merusak beberapa barang di dusun Dasan Baru.

Salah satu kerusakan yang ditimbulkan angin adalah rusaknya beberapa kayu yang ada di tengah pemukiman warga dusun Dasan Baru. Sekitar 8 kayu besar yang ada di tengah-tengah pemukiman warga tumbang karena kerasnya angin. Salah satu kayu besar yang tumbang adalah kayu milik buk Join. Kayu besar berada di depan rumah seorang ibu tua ini, berada tepat di depan rumahnya.

Menurut kabaranya kayu ini sebenarnya mau ditebang jauh-jauh sebelumnya, tapi sebelum masa penebangan kayu tiba, angin sudah mendahului tukang tebang kayu. Syukur saja kayu besar yang tumbang ini tak jatuh menimpa rumah beliau. Walau demikian kayu ini jatuh di tengah jalan dusun Dasan Baru.

“Syukur saja kayu yang tumbang tersebut tak menimpa rumah kami. Andai saja kayu itu menimpa rumah tentu kerugian kami tak dapat dibayangkan lagi besarnya” kata buk Join.

Selain menghalangi warga yang berlalu lalang karena kayu ini jatuh di tenah jalan, kayu besar yang tumbang tersebut juga mengenai kabel besar yang terdapat di depan rumah buk Join. Kabel besar tersebut tersungkur dan hampir jatuh. Warga Dasan Baru bersyukur saat terjatuhnya kayu tersebut tak ada warga yang berlalu lalang di tengah jalan sehingga tidak mengakibatkan adanya korban jiwa.

Kayu yang jatuh di tengah jalan tersebut sempat menghalangi warga selama beberapa jam. Beberapa warga baik yang datang dari timur jalan atau barat jalan terpaksa harus memutar arak motornya ke utara melalu jalan alternatif yang ada. Keterlambatan pemindahan kayu tersebut disebabkan karena keterlambatan pemilik kayu mengetahui terjatuhya pohon. Pemilik kayu mengetahui terjatuhnya pohon setelah beberapa warga mengabarkannya. Selain itu, keterlambatan tersebut juga disebabkan karena terlambatnya tukang kayu datng memotong kayu. Menurut kabarnya tukang kayu tersebut datang pada pukul sekitar pukul 6 sore. Pemindahan kayu tersebut berlangsung agak lama. Namun demikian, pemindahan kayu tersebut berhasil dipindahakan sebelum magrib tiba.

Selain tanggalnya satu kayu besar milik buk Join yang terjatuh di tengah jalan dusun Dasan Baru, ada beberapa kayu juga yang tanggal di sebelah barat rumah buk Join, tepatnya di sebelah barat sekolah SD. Kayu-kayu yang tanggal ini adalah milik pak Jen. Menurut warga yang ada di sana, selain karena angin yang terlalu kencang, tanggalnya kayu-kayu tersebut juga disebabkan oleh terlalu kecilnya tanah penopang kayu.

Kayu-kayu tersebut tumbang ke arah pesawahan yang mengakibatkan rusaknya padi pemilik sawah. Selain tumbangnya ke pesawahan warga, kayu tersebut juga tumbang kea rah jalan yang mengakibatkan terhambatnya masyarakat untuk berlalu lalang.

Peristiwa tumbangnya kayu-kayu milik pak Jen tersebut terjadi sesaat setelah tumbangnya kayu milik buk Join. Sebab itulah, pemotongan kayu-kayu tersebut dilakukan setelah kayu milik buk Join dipotong. Kayu-kayu milik pak Jen yang tumbang tersebut kabarnya dibeli oleh tukang kayu seharga 100.000. per kayu.Walaupun mengaku rugi dengan harga penjualan yanu tersebug terlalu mudah, pak Jen harus merelakan kayu tersebut dibeli dengan harga murah dari pada harus sia-sia.

Proses pemotongan serta pemindahan kayu-kayu tersebut berlangsung cukup lama disebabkan karena lokasi yang berair dan jumlah kayu yang dipotong cukup banyak. Selain itu, lampu penerang juga menjadi hambatan tersendiri dalam pemotongan kayu tersebut. Kurangnya pencahayaan membuat pemotong kayu harus lebih hati-hati agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Selain kayu pak Jen, terdapat pula puluhan kayu yang tumbang karena angin kencang. Kayu-kayu tersebut terdapat di sawah, kebun, dan pemukiman warga dusun Dasan Baru.

Selain menumbangkan kayu, angin kencang juga mengakibatkan kerusakan terhadap atap rumah beberapa warga Dasan Baru. Menurut pengamatan yang dilakukan, lebih dari 50% atap rumah warga Dasan Baru yang terbuat dari asbes rusak. Sebagian ada yang rusak parah, sebagian ada yang rusak sedang dan ringan.

Hal yang lebih menyedihkan lagi adalah beberapa warga harus rela mengungsi ke tetangga terdekat jika atap dapur atau rumahnya rusak parah. Ada beberapa warga yang mengungsi memasak karena atap dapurnya rusak, bahkan ada juga yang mengungsi karena atap rumahnya rusak.

Selain hal-hal yang disebut di atas, angin yang kencang juga membuat warga resah dan takut, terutama warga-warga yang telah lanjut usia. Keresahan tersebut juga mengganggu aktivitas warga. Contoh kecil saja, beberapa warga tidak berani berangkat ke sawah karena khawatir tertimpa kayu. Selain itu, banyak juga yang memilih berdiam diri di rumah dari pada harus berangkat kerja.

Kamis, 01 Desember 2011

SEA GAMES MASIH MENYISAKAN PERCIKAN APINYA

0 komentar

Indonesia menjadi juara umum dalam ajang SEA GAMES seakan memeberi hembusan angin baru pada seluruh warga Indonesia yang haus akan huporia kemenangan. 180 lebih medali emas telah berhasil dikalungkan oleh atlit-atlit Indonesia yang berjuang sepenuh jiwa raga. Termasuk pada cabang Bulu Tangkis yang mana dulunya Indonesia adalah negara dengan atlit terkuat pada cabanag olah raga ini. Seperti yang kita tahu, beberapa tahun ini pamor atlet Bulu Tangkis sempat redup karena Indonesia tidak lagi menjadi raksasa Bulu Tangkis yang ditakuti Negara-begara lain. Indonesia sering dikalahkan oleh Cina atau Malaysia. Tapi sejak bergulirnya SEA GAMES Bulu Tangkis mendapatkan kembali kejayaannya. Hal ini jelas memberi dampak positif bagi warga Indonesia. Khususnya bagi masyarakat Dasan Baru, Pringgarata. Lapangan Bulu Tangkis yang beberapa tahun ini “cuti” kini dibuka kembali. Ini semua tak lepas dari peran Wardi S.Pdi sebagai pemain yang tergolong senior dan tetap konsisten bermain Bulu Tangkis. “Sebelum lapangan Bulu Tangkis ini dibuka kembali Kami selalu bermain di luar, tapi kini tidak lagi kan?” Ujarnya sambil tersenyum.

Aktifnya lapangan Bulu Tangkis ini menghadirkan efek tersendiri, terutama bagi remaja dan anak-anak. Demam Bulu Tangkis kini tengah melanda Dasan Baru. Remaja dan anak-anak yang awalnya tidak terlalu respect terhadap Bulu Tangkis kini berbondong-bondong membeli raket dan melepas kekosongan di lapangan Bulu Tangkis. Malam-malam yang dulunya sepi kini diisi oleh antusiasme masyarakat Dasan Baru.

Beberapa hari yan lalu, tepatnya 27 November, Pasangan Abdul Aziz dan Umam utusan Madrasah Tsanawiyah Nurul Isam Dasan Baru menjadi Runner Up dalam ajang Bulu Tangkis antar Madrasah Tsanawiyah Pringarata-Jonggat. Dimana yang menjadi juara adalah dari Pengenjek, Jonggat. Ini adalah satu dampak positif dari Lapanga Bulu Tagkis yang belum lama ini dibuka kembali. Tentunya kita berharap lapangan ini menjadi batu loncatan untuk mencapai kemenangan yang lebih besar pada ajang yang lebih besar keesokan harinya.

Jumat, 07 Oktober 2011

PUISI-PUISI ABU HABIB (Hablul Warid, S.Ag.,M.Pd.)

0 komentar

SEPERTI BIASA

Seperti biasa,

Tabir yang membuka warna

Selalu menyodorkan jingga ujung senja

Persis mantra dedaunan musim gugur mengusik kelana

Sudahlah, diri yang yatim jiwa musim yang berganti

Jangan lagi Kau paksa

Seperti biasa,

Makna lebih mengerti ihwal udara yang pengab

Hampa tirai kata telah cukup membuka sebab

Sebagai jendela pembuka tanya kerap kalap mengungsi dari dusta

Sudahlah, kuasa apa yang kuat halangi perlawanan

Menggodaku percuma

Seperti biasa,

Kerinduan yang sering menggoda kelembutan Musa pada gembala ternak tersesat

Darahnya wahyu bersahaja menyeruakkan cerca bukit Tursina

Kernanya sudahlah,

Biarkan diri terus menjamu sepi dalam do’a pembuka rahasia

Seperti biasa,

Cahya yang lekat hijau dedaunan

Angin yang mengacak-acak rerimbunan ilalang

Rona yang bertukar tangkap mengiris teremendum, dan

Mengharu biru pada ihtiar cinta sesama

Telah cukup lama menitip karma simpati pada yang bersahaja

Dan yang bertahan dari kemungkinan memilih-Nya

Biarkan diri mendatanginya bertakzim

Memilih memilikinya dengan cara yang paling muskil dan imajinal

Larut memuara pada pusaran makna,

Bercinta dengannya,

Seperti biasa,

Garis-garis di langit kemungkinan berpendar

Dari semangat Titanik yang membesuk ruang

Angkara Bulbonik selalu setia ulurkan jiwa

Sedang diri mulai ragu berdo’a

Seperti biasa,

Diripun kerap digoda rindu yang tidak biasa

Mataram, Agustus 2001

SAJAK SETELAH

Setelah jauh mengembara

Mengapa jenuh berkata-kata

Setelah sejuta getir onak mengepung

Mengapa bingung bertarung

Setelah usia berabad memuja

Mengapa pada-Nya sering tak betah bercinta

Setelah lama mengurung diri bermimpi

Mengapa abai memilih sepi

Setelah sombong bening idemu cagar palung

Mengapa memilih jejak semesta masih linglung

Setelah kobaran api kauterima

Mengapa sangsi percik lentiknya

Setelah risau-sesak-ngilu-dendam-darah-sesama berteriak memanggilmu rusuk

Mengapa abai membesuk

Setelah banyak korban bersimbah darah nyawa terbuang percuma api melalap hangus rumah-rumah ladang-ladang tandus ditinggalkan pemilik mengungsi anak-anak kecil menjerit kelaparan malaria busung lapar mengisap jiwa mereka

Mengapa masih mengirimkan bara

Setelah mendengar berita sesak mengapa masih bisa ngakak

Mataram, September 2000

SAJAK SEDANG

Sedang gemercik air bertasbih bisu di jemari bebatuan

Burung bernyanyi rindu rumah biru awan

Mengapa jiwa pada maknanya tak jua tertawan

Sedang laut mengisyaratkan cinta seluas samudera

Ombak karang badai menyimpan murka

Mengapa jiwa tak betah bertahan pada rahasia duka

Sedang bumi tidak dihamparkan begitu saja

Manusia dirancang-Nya mengelola semua

Mengapa sering berpaling dari kata-Nya

Sedang semua dicipta-Nya tidak sia-sia

Mengapa tak bersegera memilih-Nya

Kaliantan, September 2000

HARI INI

(Sajak Risau Seorang Guru)

Anak-anakku,

Hari ini aku tak lagi bisa mendiktekanmu struktur mimpi esok hari

Apalagi sekedar ngajar jampi

Biar kebal menginjak bara

Toh, pijakan halus pesona Ibrahim saja

tak lagi menjadi dupa pada saat kalian harus mencari cara

Aku sendiri bingung memilih mana yang tak luruh menjadi iri

Dalam rawa dan kabut gelap kalian memilih cepat-cepat pergi tikam nurani

Hari ini,

Seperti juga hari-hari biasa yang diguyur lesu

Sehabis belajar kalian bergerombol menunda waktu sambil mengisap jari, membisu

Sesekali pekik yang lengking nyaring menuding pelangi yang risau

Dari wajah memerah kalian yang terbakar matahari tak terlihat cita esok hari yang menyimpan merah jambu

Apa masih perlu ngajar kalian ihwal nyali yang mampu menguras isi hari

Tidak sekedar telaten menguras mimpi dengan sepenuh dengki

Kelak kalau sekolah kelar jadi pegawai negeri atau polisi

Aduuuuh,

Apa kurangnya aku sebagai guru

Aku jadi ingin merenggut jiwa kinasih Muhammad dari gumpalan awan ‘tuk mengajarimu inti hidup dan rindu

Sesudah hari ini banyak hal yang tidak tentu

Praya September 1999

SUPPORTING SITES

 

Popular Posts

Popular Posts this month

Popular Posts this week