Kamis, 18 April 2013

PRINGGARATA TERSENYUM

0 komentar
Setelah membungkam mulut dalam waktu yang lama. Menderita dengan jalan yang sungguh menyakitkan. Jalan yang buruk yang dulunya membuat seluruh lapisan masyarakat mengeluh.  Siswa mengeluh karena mereka harus siap sakit perut; harus siap mengalami resiko ban kempes; harus siap mengalami resiko tabrakan karena kemungkinan besar terjadi perebutan jalan bagus; harus siap menerima resiko telat masuk sekolah karena tidak bias menambah kecepatan berkendara.

Para pedagang yang menggantungkan hidupnya di pasar pringgarata mengeluhkan kurangnya pelanggan. Betapatidak, banyaksekali pelanggan yang memilih pasartradisional lain, seperti keru, sebagai alternative tempat mereka belanja karenajalannya lebih baik. Selain itu juga, jalan yang berdebu juga membuat para pedagang bosan berdagang di sana.

Namun sekarang, semua keadaan tadi berubah. Jalan pringgarata yang baru membuat warga kecamatan pringgarata tersenyum lebar. Siswa yang mengeluhkan jalan sekarang merasa lega dengan keadaan jalan yang membaik. Mereka tidak perlu lagi takut akan resiko ban kempes. Mereka biasa sampai sekolah dengan nyaman dan aman tampa harus sakit perut dan sakit mata karena  debu. Mereka sudah bisa menikmati perjalanan dari rumah mereka menuju sekolah.

Demikian juga pedagang yang menggantungkan hidupnya di pasar pringgarata, mereka sekarang sudah bisa bernafas lega. Lebih banyak pelanggan yang berkunjung kepasar pringgarata, membuat mereka mendapatkan laba yang lebih banyak. Mereka juga merasakan kenyamanan karena jalan tidak lagi berdebu.

“kita berterimakasih sekali kepada pemerintah yang telah mau memperbaiki kondisi jalan, khususnya di wilayah Pringgarata ini. Dulunya kami harus lewat Narmada untuk berangakat kuliah ke Bagu, tapi sekarang, walaupun belum jadi seratus persen, kami sudah bias berangkat dari pringgarata ke Bagu tanpa harus mengambil jalan alternative yang lebih jauh”, ujar, Mahyudin, mahasiswa Bagu jurusan bahasa Inggris.

Rabu, 03 April 2013

MAKAM RAPI, TENANGLAH HATI

0 komentar


"Makam Rapi, Tenanglah Hati"

Slogan di atas cocok sekali dinisbahkan untuk warga dusun Dasan Baru. Betapa tidak?. Setelah selesai menembok pemakaman sebelah utara dan barat, kini warga Dasan Baru sepakat, dengan modal nekat untuk melanjutkan pembangunan tembok pekuburan yang sebelah selatan dan timur. Pembangunan tembok timur dan selatan diperkirakan akan menghabiskan dana yang jauh lebih banyak dari pembangunan tembok sebelah utara dan barat.

'Pembangunan tembok yang sebelah utara dan barat memakan waktu yang cukup lama. Lebih dari dua minggu masyarakat DasanBaru bergotong royong dengan ikhlas demi lancarnya acara pembangunan tembok pagar pekuburan milik warga Dasan Baru.

Semua warga tak mau ketinggalan dalam melaksanakan ibadah amal jariah sebagai syafaat setelah meninggal nanti. Seluruh lapisan masyarakat ikut membantu demi lancarnya acara tersebut; mulai dari ibu-ibu, anak-anak, pemuda, dan orang-orang tua warga Dasan Baru. 

Sabtu, 09 Februari 2013

AKU INGIN TERSENYUM BUKAN TERTAWA

0 komentar
Tulisan ini terinspirasi dari seorang teman, teman yang selalu mengingatkanku pada adik-adikku tiap kali kami “bicara.” Seseorang yang memberiku satu lagi contoh, bukti, bahwa usia tidak serta merta menunjukkan tingkat kedewasaan seseorang meski mungkin juga tidak sengaja karena kemudian aku juga masih “melihat” kekanak-kanakkannya. Juga bahwa tidak selalu tentang siapa yang bicara tapi tentang apa yang dibicarakan dan karena manusia selalu punya dua sisi maka cerita ini kurasa layak untuk dibagi, ingin kubagi. Aku tidak akan bercerita tentang temanku ini, bukan tidak menarik karena aku sendiri selalu berpikir bahwa setiap individu selalu menarik untuk digali, dipelajari juga diceritakan tapi disini aku ingin bercerita tentang sebuah pertanyaan yang membuatku terus berpikir (kuharap aku akan terus berpikir).

Dia bertanya padaku, sebuah pertanyaan yang cukup sederhana sebenarnya tapi terasa begitu dalam ketika aku mulai memikirkan jawabannya. Pertanyaannya kurang lebih seperti ini, apa kamu sudah membuat orang lain tersenyum (bukan tertawa) hari ini? Pertanyaan yang tak pernah terpikir dan belum pernah ada yang menanyakan padaku sebelumnya, tak merasa penting apalagi istimewa. Jawabannya juga tidak sulit tentunya, sudah atau belum. Pemikiran selanjutnya mungkin akan seperti ini, lalu kenapa kalau sudah atau kalau belum terus apa masalahnya. Aku juga sempat berpikir seperti itu.

Untuk orang sepertiku, baik dalam diam atau berisiknya, tidak pernah sulit membuat orang lain tertawa sama halnya tak sulit juga membuat orang lain kesal bahkan sampai ingin menonjok. Aku juga jenis orang yang mudah tertawa, mudah juga ingin menonjok (belum pernah meski kadang ingin sekali). Bahwa kemudian pertanyaan ini mengusik pikiranku, itu yang sedang kucari jawabnya. Jika pertanyaannya adalah apa aku sudah pernah membuat orang lain tersenyum (bukan tertawa) tanpa embel-embel hari ini tentunya aku akan langsung menjawab sudah dan kurasa aku juga sudah membuat orang lain tersenyum hari itu, ketika temanku itu bertanya.

SUPPORTING SITES

 

Popular Posts

Popular Posts this month

Popular Posts this week