Senin, 24 Juni 2013

WALAU HANYA 22 TIM, ACARA DEBAT UNRAM BERLANGSUNG SERU



Acara debat yang diselenggarakan di UNRAM oleh UKM Argument UNRAM sejak tanggal 22 Juni sampai 24 Juni 2013 berlangsung seru dan dan menakjubkan sekali. Banyak sekali hal yang menarik dan mengejutkan terjadi selama berlangsungnya acara debat tersebut.

Acara debat tersebut dilaksanakan tepatnya di gedung UPT PERPUSTAKAAN UNRAM, lantai tiga. Semestinya pertandingan tersebut dihadiri oleh 50 tim debat se-provinsi NTB. Namun, dari 50 tim yang direncanakan hanya 22 tim yang dapat bertanding. Panitia debat UNRAM memang telah mengirim undangan sebulan sebelum acara debat dilaksanakan.

Banyaknya acara sekolah di Provinsi NTB yang membuat pertandingan tersebut dihadiri oleh hanya 22 tim se-NTB. Di antara acara yang dilaksanakan adalah acara kenaikan kelas. Ini berarti acara debat yang dilaksanakan bertabrakan dengan acara kenaikan kelas di sebagian besar sekolah di Provinsi NTB. Hal  berdampak pada kesiapan sekolah untuk membina dan membimbing anak didiknya. Tentunya masing-masing sekolah akan disibukkan dengan kegiatan semester akhir, pembagian rapot, ekstra kulikuler masing-masing sekolah dan berbagai macam kegiatan lainnya. Itulah yang menybebkan beberapa sekolah maju tidak menghadiri acara debat tersebut.

'
Contoh sederhana saja, di Lombok Baret yang diisi dengan sekolah-sekolah maju, hanya diwakili oleh beberapa gelintir sekolah saja, yaitu: SMAN 1 Mataram yang mengirim 2 tim, MAN 2 Mataram, SMKN 4 Mataram, dan SMA 7 Mataram. Selain banyaknya acara sekolah, uang dan banyak lagi penyebab lain yang membuat acara debat dihadiri oleh sejumlah sekolah saja.

Tema-tema debat yang dirancang merupakan tema yang menarik dan menantang serta menggugah pelajar untuk banyak membaca. Ada tema tentang pendidikan dengan motion “this house believe that talented students should be taught separately”; ada juga tentang tehnologi dengan motion “ this house believe that technology brings more harm than good”, ada juga masalah social “ this house believe that children should be free” dan masih banyak lagi tema-tema lain yang lebih menantang.

Debat yang berlangsung tersebut menggunakan system debat WSDC (world school debate championship) dimana system ini sebetulnya mirip dengan system APDS (Australian parliamentary debate system). System debat ini merupakan system yang paling sering digunakan di NTB. Singkatnya pelaksanaan debat dengan system ini melibatkan minimal 3 orang pertim, dimana ada yang menjadi first speaker, second, third dan reply speaker. Masih banyak lagi peraturan lain yang diterapkan.

Palaskanan debat ini cukup heboh dari hari pertamanya. Official dari SMA 7 Mataram yang memulai membreak kesunyian acara debat dengan memberikan komentar panas kepada panitia yang dianggapnya merusak schedule debat yang semula. Memang diakui bahwa official tersebut sudah merupakan official berpengalaman yang sering menjadi juri di tingkat provinsi. Selain itu, di acara pembukaan debat, beberapa peserta diberikan kesempatan untuk unjuk gigi, menunjukkan keahlian mereka dalam bernyanyi dan berdebat. Perwakilan SMAN 1 Mataram, misalnya, menunjukkan kebolehannya dalam berderam dengan mulut, SMAN 1 Batu Keliang menunjukkan kebolehannya dalam bernyanyi.

Di hari kedua, official lagi-lagi memberiikan kejutan dengan melontarkan keritikan mengenai system penilaian yang diberikan. Beliau tidak setuju dengan para juri yang menurutnya, memberikan penilaian dengan standar yang berbeda-beda sehingga jumlah nilai yang diterima oleh peserta yang menang dua kali bisa lebih banyak dari tim yang tidak pernah menang sama sekali. Namun, hal tersebut ditanggapi oleh panitia dengan cermat. Panitia memberikan tanggapan bahwa Victory Point yang paling menentukan lolos apa tidaknya tim tersebut ke babak berikutnya.

Selain itu, pelajaran yang dapat diterima oleh panitia dilontarkan oleh perwakilan dari Bima. Ia menyarankan agar di tahun depan panitia memilih juri yang sudah memiliki pengalaman nasional bahkan internasional. Ia menambahkan agar panitia mencari juri dari luar NTB agar system debat yang dilakukan lebih maju dari tahun ke tahun.

Kegiatan debat ini sangat bermanfaat bagi semua siswa dan official yang mengikuti acara debat tersebut. Siswa dan guru bisa mendapatkan kesempatan belajar bersama para pelajar se- NTB. Selain itu, motivasi belajar siswa baik yang  menang maupun yang kalah bisa meningkat. Tentunya itu akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan NTB nantinya. Kami sangat berharap semoga kegitan semacam ini lebih sering dilaksanakan oleh pemerintah se- NTB.

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon Tinggalkan Komentar

SUPPORTING SITES

 

Popular Posts

Popular Posts this month

Popular Posts this week