Minggu, 06 Februari 2011

TRADISI MANDI SAFAR PADA REBO BONTONG


Ratusan warga dan anak sekolah mendatangi sungai yang biasa disebut “abangan” desa murbaya Kecamatan pringgarata, mereka datang dari berbagai sekolah dasar. Kehadiran warga ini adalah untuk mandi sapar “Rebo Bontong” tradisi ini biasa digelar setiap tahun pada hari Rabu terakhir di bulan Safar/dalam bahasa Sasak disebut Rebo Bontong.


Tradisi Rebo Bontong ini sekaligus untuk menyambut tibanya bulan Rabiul Awal (bulan Maulid Nabi Muhammad SAW). Budaya ini telah lama dikenal oleh masyarakat setempat dan hingga saat ini terus dilestarikan sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu event budaya daerah.
Setiap tahun sungai ini menjadi objek yang paling menarik sebagai tempat untuk mandi safar bagi warga yang berada di kecamatan pringgarata, Menurut Masyarakat setempat, ritual mandi bersama pada perayaan Rebo Bontong merupakan tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun sejak ratusan tahun silam yang diniatkan untuk menyucikan diri menyambut datangnya bulan Maulid.

"Mandi bersama pada Rabu terakhir bulan Safar atau Rebo Bontong ini memiliki arti sakral bagi sebagian masyarakat Lombok tengah, karena mandi dimaksudkan untuk membersihkan dan menyucikan diri dari segala dosa dan salah," katanya.

Ia mengatakan, jiwa dan raga harus suci sebelum memasuki perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, karena itu pada Rabu terakhir bulan Safar dilaksanakan ritual mandi bersama.

Tradisi Rebo Bontong juga merupakan sebuah nilai lokal yang menjadi ciri khas muslim Sasak di Lombok tengah.

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon Tinggalkan Komentar

SUPPORTING SITES

 

Popular Posts

Popular Posts this month

Popular Posts this week